Ramadan

Wagub Sumbar dan Rombongan Sasar Pangan Kedaluwarsa di Pusat Perbelanjaan

Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit ikut mengawasi pangan di pusat perbelanjaan Plaza Andalas di Kota Padang, Selasa (28/5/2019).

TribunPadang.com /Rizka Desri Yusfita
Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit ikut mengawasi pangan di pusat perbelanjaan Plaza Andalas di Kota Padang, Selasa (28/5/2019). 

Pantau Pusat Perbelanjaan di Kota Padang, Wagub Sumbar: Jangan Manfaatkan Momen Lebaran Untuk Menjual Pangan Kedaluwarsa

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit ikut mengawasi pangan di pusat perbelanjaan Plaza Andalas di Kota Padang, Selasa (28/5/2019).

Hasil pengawasan di Plaza Andalas Padang, Nasrul Abit bersama rombongan tidak menemukan makanan atau minuman yang sudah kedaluwarsa.

"Sepanjang yang kami pantau, tidak ada ditemukan barang yang kedaluwarsa. Cuma kami meragukan pangan daging beku," ungkap Nasrul Abit.

Nasrul Abit menuturkan, ketika BBPOM menanyakan apakah daging beku tersebut impor atau lokal, pelayan yang ada berbeda pendapat.

"Yang satu bilang tidak ada impor, sementara satunya lagi bilang daging impor. Kalau dagingnya memang beku dari dalam negeri lokal tidak masalah. Jadi kami ragu dan curiga. Hal ini perlu didalami pihak BBPOM," kata Nasrul Abit.

Nasrul Abit menilai pembekuan daging di Plaza Andalas masih cukup bagus. Penyimpanan daging bekupun tidak ada. Daging yang tersedia hanyalah daging yang dipajang.

"Daging itu masih segar. Mereka klaim daging segar lokal yang dibekukan. Mudah mudahan tidak ada yang kedaluwarsa supaya kesehatan masyarakat tetap terjaga," harap Nasrul Abit.

Nasrul Abit juga berharap makanan yang pelaku usaha jual tidak berdampak bagi masyarakat sehingga masyarakat tidak jatuh sakit.

Nasrul Abit mengajak pelaku usaha mari sadar hukum agar masyarakat tak menerima efek samping dari makanan yang dikonsumsi.

"Jangan manfaatkan momentum lebaran untuk menjual barang expired (kedaluwarsa) yang sebenarnya tidak layak lagi di konsumsi. Tolong taat aturan," tegas Nasrul Abit.

Terkait indikasi penggunaan daging babi, Nasrul Abit mengatakan tidak ada penjual daging babi di Sumbar. Jikapun ada, orang tersebut harus bertanggung jawab secara moral. (*)

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved