Breaking News:

Jelang Lebaran BPOM Kota Padang Temukan Pangan Kedaluwarsa di 11 Kabupaten/Kota Sumatera Barat

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Padang masih menemukan pangan kedaluwarsa di sejumlah toko atau swalayan yang tersebar di 11 kabupaten/k

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit dan Kepala BBPOM Padang Martin Suhendri melakukan pemeriksaan pangan di Plaza Andalas Padang. 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Padang masih menemukan pangan kedaluwarsa di sejumlah toko atau swalayan yang tersebar di 11 kabupaten/kota.

Sebelas kabupaten/kota tersebut di antaranya Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kota Solok, Kota Pariaman, Kota Sawahlunto, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Solok, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Solok Selatan, dan Kabupaten Pesisir Selatan.

"Dari 98 item, kami menemukan pangan yang sudah kedaluwarsa sebanyak 46 item. Sementara sisanya sudah memenuhi ketentuan," kata Kepala BBPOM Padang Martin Suhendri, Selasa (28/5/2019).

Jelang Lebaran BPOM Perketat Pengawasan Makanan di Sejumlah Pusat Perbelanjaan di Kota Padang

Tim BPOM Sidak Pasar Lubuk Buaya, Tim belum Temukan Bahan Berbahaya

Ia melanjutkan, pengawasan dilakukan secara merata terhadap semua sampel yang ada di toko tersebut.

Jika kedapatan barang atau pangan yang sudah kedaluwarsa, kata Martin Suhendri, langsung dimusnahkan di lokasi.

Atau kotak barang tersebut diberi coretan silang dan tidak boleh dijual lagi.

"Kami juga memberi pilihan kepada pelaku usaha, apakah kami yang memusnahkan atau diserahkan oleh pemilih untuk dimusnahkan secara bersama-sama," ungkap Martin Suhendri.

Menurut Martin Suhendri, rata rata pemilik toko bisa diajak bekerja sama dengan BBPOM saat melakukan pengawasan.

"Rata rata pemilik persuasif. Mereka memusnahkan sendiri," kata Martin Suhendri.

Tim BPOM dan Polres Padang Pariaman belum Temukan Makanan yang Bahannya Berbahaya

BBPOM Ingatkan Pedagang Takjil di Padang: Jangan Gunakan Rhodamin, Borak hingga Formalin

BPOM Padang Lakukan Sidak Pasar Pabukoan di Pasar Raya Padang

Martin Suhendri belum bisa menjamin pangan yang tersedia aman seratus persen. Namun ia mengimbau pelaku usaha supaya tetap proaktif melakukan pengawalan sendiri terhadap pangan yang dijual.

"Cek secara berkala. Jangan ada yang teracuni karena makanan yang sediakan itu kedaluwarsa," tegas Martin Suhendri.

Sementara dari pasar pabukoan, lanjutnya, juga sudah dilakukan pengawasan di 210 sarana distribusi dengan 210 sampel.

Dari jumlah tersebut, 4 di antaranya ditemukan tidak memenuhi ketentuan.

"Kami masih menemukan penggunaan boraks yakni di Kabupaten Tanah Datar, Padang Pariaman, dan Pesisir Selatan. Sementara, di Kota Padang kami menemukan Rhodamin. Dan toko tersebut sudah ditutup dinas perdagangan," tutup Martin Suhendri. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved