Jelang Lebaran

Kue Sapik nan Klasik Ini Bisa Dinikmati Saat Berlebaran di Ranah Minang

Kue Semprong atau dalam bahasa Minang Kue Sapik merupakan salah satu kue klasik yang ada saat lebaran.

Kue Sapik nan Klasik Ini Bisa Dinikmati Saat Berlebaran di Ranah Minang
TribunPadang.com/Merinda Faradianti
Kue Semprong atau kue sapik, kue klasik saat Lebaran

Serba-serbi Lebaran : Kue Semprong atau Kue Sapik Kue Klasik Khas Lebaran 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Merinda Faradianti

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kue Semprong atau dalam bahasa Minang Kue Sapik merupakan salah satu kue klasik yang ada saat lebaran.

Kue yang bertekstrur renyah dan manis tersebut saat, sekarang sudah mengalami inovasi baru dengan varian rasa.

Tepung beras adalah bahan utama pembuatan kue sapik. Kemudian tepung tersebut ditambahkan dengan telur dan gula.

Febrina salah seorang penjual kue lebaran di Pasar Batusangkar mengatakan bahwa kue sapik sekarang ini sudah banyak varian rasa.

"Di sini kami juga menjual kue lebaran seperti kue sapik, putri salju, dan lain-lain. Kalau kue sapik ini sekarang sudah ada yang warna ungu, coklat dan original," kata Febrina kepada TribunPadang, Senin (27/5/2019).

Febrina menjelaskan warna ungu dan ciklat pada kue sapik berasal dari campuran seperti pewarna makanan dan coklat bubuk.

Menurutnya, pembeli memang tidak terlalu banyak yang membeli kue sapik tersebut karena memang biasanya kue khas lebaran itu bisa dibuat dirumah saja.

"Biasanya lebih banyak yang beli nastar, kue keju, dan permen jelli. Kalau kue itu biasa dibuat sendiri di rumah," lanjut Februina.

Sementara itu, Syafirmar (65) pembeli kue mengatakan bahwa ia biasanya membuat kue sapik tersebut dirumah. Karena pembuatan kue tersebut terbilang mudah.

"Saya biasanya buat sendiri, kalau beli biasanya nastar, kue keju, coklat," tutur Syafirmar.

Syafirmar melanjutkan, kue sapik adalah panganan dengan rasa manis dan harum. Harum yang dihasilkan oleh adas manis dan kayu manis menambah cita rasa kue klasik itu.

"Adonannya harus kalis, tidak beku tidak encer, pokoknya pas. Harus pakai adas dan kayu manis, kalau tidak bukan kue sapik namanya," gelak Syafirmar.

Kue sapik dicetak menggunakan cetakan dan ditaruh diatas kompor. Biasanya, kue tersebut dijadikan sebagai hantaran saat lebaran tiba.

Penulis: Merinda Faradianti
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved