Breaking News:

Imsakiyah Ramadan

Jadwal Buka Puasa Padang 19 Mei 2019, Inilah Lafadz Doa Buka Puasa hingga Niat Salat Tarawih & Witir

Jadwal Buka Puasa Padang 19 Mei 2019, Inilah Lafadz Doa Buka Puasa hingga Niat Shalat Tarawih Malam Ramadhan

Penulis: Afrizal | Editor: afrizal

Ibadah ini bisa dilakukan sendirian atau berjamaah.

Bagi Anda yang berniat mengerjakan ibadah salat tarawih, berikut ini kami tampilkan bacaan niat salat tarawih 2 rakaat.

Niat salat Tarawih sendiri

Untuk Anda yang berniat menjalankan salat tarawih sendiri di rumah, silakan membaca niat salat tarawih di bawah ini.

"USHOLLII SUNNATAT-TAROOWIIHI ROK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI LILLAAHI TA'ALAA."

Artinya :
Saya niat salat sunnah tarawih dua raka'at menghadap kiblat karena Allah Ta'ala.

Bacalah niat salat tarawih di atas dalam hati bersamaan dengan takbir pertama yang menandai dimulainya ibadah salat.

Niat salat tarawih 4 rakaat

Beberapa orang menjalankan salat tarawih sebanyak 4 rakaat dengan 1 kali salam.

Dalil untuk jumlah rakaat ini berasal dari perkataan Aisyah radhiyallahu 'anha.

"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melaksanakan salat 4 rakaat, maka janganlah tanyakan mengenai bagus dan panjang rakaatnya. Kemudian beliau melaksanakan salat 4 rakaat lagi, maka janganlah tanyakan mengenai bagus dan panjang rakaatnya."

Pernyataan ini memiliki kemungkinan 4 rakaat dilakukan sekaligus dengan 1 salam atau bisa juga 4 rakaat yang dilaksanakan dengan 2 rakaat sebanyak 2 kali.

Menurut Imam Syafii, penafsiran pertama termasuk zhahir (umum), tetapi Rasulullah SAW sudah memberikan pernyataan langsung mengenai salat malam.

"Sholat malam adalah dua rakaat dua rakaat."

Karena salat tarawih termasuk ibadah salat malam yang diperkuat dengan hadits qauliy (perkataan Nabi), maka penafsiran salat tarawih 4 rakaat yang dikerjakan 2 rakaat 2 rakaat lebih kuat dasar hukumnya.

Lebih dari 80 kitab Mu'tabar dari berbagai cabang ilmu telah menyatakan bahwa salat tarawih yang dikerjakan dengan 4 rakaat 1 salam itu tidak sah.

Di antaranya Imam Nawawiy al-Dimasyqiy, Imam Ahmad Ibn Hajar al-Haytamiy, Imam Muhammad Ibn Ahmad al-Ramliy, Imam Muhammad al-Zarkasyiy, dan Imam Ahmad Ibn Muhammad 
al-Qasthallaniy.

Walaupun begitu, jika ada beberapa orang yang menganggap salat tarawih 4 rakaat dengan 1 kali salam sah sebenarnya tidak perlu dijadikan perdebatan.

Pada akhirnya semua kembali kepada keimanan masing-masing.

Niat salat tarawih dan witir

Jumlah rakaat salat tarawih yang umum dikerjakan antara lain 11 rakaat dengan witir dan 23 rakaat dengan witir.

Masing-masing dikerjakan setiap 2 rakaat dan diakhiri dengan salam.

Karena itu niatnya tetap salat tarawih 2 rakaat.

Salat tarawih idealnya ditutup dengan salat witir yang jumlah rakaatnya ganjil.

Niat salat witir bervariasi, umumnya 1 rakaat atau 3 rakaat.

Niat salat witir 1 rakaat salam

Bagi Anda yang ingin mengerjakan salat witir dengan 1 rakaat saja, berikut ini bacaan niat salat yang bisa Anda hafalkan.

"Ushallii sunnatal witri rok 'atan mustaqbilal qiblati adaa'an (ma'muman / imaman) lillaahi ta'alaa."

Artinya:

"Saya niat salat witir satu rakaat menghadap qiblat menjadi (ma'muman / imaman) karena Allah ta'alaa.

Niat salat witir 3 rakaat 1 kali salam

Berikut ini bacaan niat salat witir dengan 3 rakaat yang diikuti dengan 1 kali salam.

"Ushallii sunnatal witri tsalaasa roka'aatin mustaqbilal qiblati adaa'an (ma'muman/imaman) lillaahi ta'alaa."

Artinya :
"Saya berniat shalat witir tiga rakaat menghadap kiblat menjadi (ma'muman/imaman) karena Allah ta'alaa".

Demikian baacan niat salat tarawih dan witir lengkap.

Pilih salah satu dalam kurung. Bila salat sebagai makmum pilih 'ma'muman'. Jika menjadi imam, pakai kata 
'imaman'.

Niat salat tarawih berjamaah

Ibadah salat tarawih akan mendatangkan manfaat yang lebih besar jika dijalankan secara berjamaah atau berjemaah. Karena itu tak ada salahnya jika Anda juga mempelajari 
bacaan niat salat tarawih berjamaah.

Di bawah ini kami tampilkan bacaan niat salat tarawih yan dijalankan berjamaah.

USHOLLII SUNNATAT-TAROOWIIHI ROK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI MA'MUUMAN LILLAAHI TA'ALAA.

Artinya :
"Saya niat salat sunnah tarawih dua raka'at menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."

Niat salat tarawih sebagai imam

Bila Anda ditunjuk menjadi imam salat saat tarawih, berikut ini bacaan niat salat tarawih yang bisa Anda amalkan.

USHOLLII SUNNATAT-TAROOWIIHI ROK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI IMAAMAN LILLAAHI TA'ALAA.

Artinya :
"Saya niat salat sunnah tarawih dua raka'at menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala."

Demikian bacaaan niat salat tarawih berjamaah sebagai makmum atau imam.

Pasa Pabukoan

Kembali membahas Pasa Pabukoan di Padang, pasar ini tidak saja menyediakan aneka takjil untuk buka puasa.

Bahkan bila malas masak, makanan untuk sahur pun bisa dipersiapkan dan dibeli di pasar ini.

Lokasi Pasa Pabukoan di Padang tergolong banyak. 

Mulai dari Jalan Moh Hatta hingga Pasar Raya Padang ada Pasa Pabukoan.

Di Pasar Raya Blok III, Padang, tepatnya di seberang Mal Pelayanan Publik Kota Padang.

Tempat ini disulap menjadi Pasa Pabukoan.

Pasar yang hanya bisa ditemukan setahun sekali, saat Ramadan.

Pasa Pabukoan adalah sebutan untuk lokasi yang hanya menyediakan aneka takjil dan hidangan buka puasa.

Tentu saja Pasa Pabukoan ini hanya akan ramai saat sore jelang berbuka.

Di Padang, jadwal buka puasa mulai pukul 18.20 WIB.

Sejak pukul 17.00 WIB, dipastikan Pasa Pabukoan akan penuh sesak pembeli.

Apa saja yang disediakan di Pasa Pabukoan?

Bila Anda berkunjung ke Padang saat bulan puasa, maka Anda akan menemukan aneka hidangan tradisional satu tempat.

Bagi yang ingin membeli takjil, aneka gorengan tentu tersedia.

Lebih spesifik, juga tersedia Sarabi, Lapek hingga onde-onde.

Aneka cendol dengan varian rasa pun tersedia.

Hidangan yang jarang ditemukan pun bisa dengan mudah didapatkan.

Seperti Nasi Kapau hingga Gulai Kambing.

"Di sini bagus tempatnya, dan tidak banjir. Disini tempatnya ramai pengunjung juga, dan mudah terjangkau oleh masyarakat," kata One salah satu pedagang.

Ia juga menjelaskan, di depan Pasar Blok III ini parkirnya luas, sehingga masyarakat tidak susah untuk mencari tempat parkir.

"Hari pertama puasa ini saya menghabiskan sudah dua dulang onde-onde," kata One.

One menjelaskan di Pasar Pabukoan, yang digelar untuk tahun kedua dan berturut-turut diikutinya.

Untuk harga, jangan khawatir.

Berusia Hampir 2 Abad, Surau Paseban Simpan 20 Naskah Kuno Peninggalan Ulama Besar Kota Padang

Surau Nagari Lubuk Bauk, Kisah Buya Hamka hingga Inspirasi Novel ‘Tenggelamnya Kapal Van der Wijck’

Harga Rp 10 ribu sudah dapat 10 biji onde-onde ukuran sedang.

Lapek harganya Rp 2 ribu perbiji.

Berbagai macam menu berbuka puasa yang menjadi unggulan serta sajian khas dari Minangkabau dijual pedagang di Pasar Pabukoan ini.

Yeni (42) pedagang makanan tradisional khas Sumatera Barat, ditemui TribunPadang.com, menuturkan bahwa dirinya menjual di makanan tradisional.

Antara lain: ti onde-onde, lopi, godok batinta, lapek bugih dengan harga terjangkau. Selain itu, aneka minuman dan takjil seperti es cendol, es rumput laut, esa sari buah, cindua delima, dan kolak.

"Semuanya dijual Rp 10 ribu. Biasanya saya jualan di Imam Bonjol namun sudah dua tahun ini di sini setiap Ramadan," kata Yulinar salah seorang pedagang aneka minuman di lokasi Pasar Pabukoan.

Yulinar mengatakan sudah mulai berjualan sejak pukul 14.00 WIB.

"Biasanya sampai selepas maghrib sudah mulai beres-beres untuk tutup," kata perempuan yang akrab disapa Sinar ini.

Tak hanya itu juga tersedia beberapa Nasi Kapau di Pasa Pabukoan ini.

"Yang selalu menjadi favorit di sini yaitu usus, tunjang, kalio jariang, dan patai bada," jelas Dolly Fernando pedagang nasi kapau di Pasa Pabukoan.

Menurutnya, usus (tanbunsu) buatannya beda dibandingkan dengan yang lain.

"Biasanya isi nya dicampur tahu, kalau saya telur asin, harganya Rp 15 ribu saja sudah dapat sayur," jelas pria berusia 38 tahun ini.

Surau Tinggi Calau, Cagar Budaya di Sijunjung Simpan Ratusan Naskah Kuno

Berusia 1,5 Abad, Surau Tarok Masih Berdiri Kokoh di Kuranji Padang, Punya Tiang Kayu Melengkung

Bagi pencinta gorengan, jangan khawatir di sini juga tersedia berbagai macam gorengan seperti sala lauak, bakwan, pisang goreng hingga pergedel jagung.

Bagi Tribunners tentunya semuanya bisa dinikmati dengan harga yang terjangkau.

Kehadiran Pasar Pabukoan ini disambut baik oleh Sarah Vantina (22) seorang mahasiswi yang saat itu terlihat sedang membeli Anyang dan Es cendol di Pasa Pabukoan ini.

Ia mengaku senang dengan Pasar Pabukoan di Pasar Raya Padang karena selain tempatnya yang rapi dan bersih, pembeli juga bisa memilih aneka ragam makanan.

"Dengan adanya pasa pabukoan, bagi yang gak sempat bikin, bisa beli di sini saja," ucap perempuan berbaju merah ini.

Lain halnya dengan Haleri Dendi (33), saat ditemui TribunPadang.com, onde-onde menjadi pilihan pertamanya untuk dibeli.(*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved