Ramadan

Berburu Kue Bongko Palinggam Jajanan Khas Ramadan di Kota Padang

Bongko Palinggam adalah makanan khas yang hanya dapat ditemukan pada Bulan Ramadan serta diproduksi

Berburu Kue Bongko Palinggam Jajanan Khas Ramadan di Kota Padang
TribunPadang.com/Rezi Azwar
Seorang ibu bernama Marleni (42), saat membuat makanan kue Bongko Palinggam, Kamis (16/5/2019). 

Laporan wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Bongko Palinggam adalah makanan khas yang hanya dapat ditemukan pada Bulan Ramadan serta diproduksi secara turun temurun oleh pembuatnya.

Makanan ini adalah makanan yang selalu diminati oleh masyarakat untuk berbuka puasa saat masuknya bulan suci Ramadan.

Kue ini beraroma daun pandan, dan bau harum daun pandan pun sudah menggugah selera. Kue Bongko yang diproduksi oleh seorang ibu bernama Marleni (42) menyebutkan jenis kuenya hampir mirip seperti cendol.

Menurut Marleni, perbedaannya terletak pada tekstur makanan tersebut yang kenyal dan ditambah dengan santan dan gula merah.

"Kue ini sudah lama, dan turun temurun dari nenek saya, dan diteruskan oleh ibu sampai saya yang melanjutkannya sekarang," kata Leni  demikian sapaan akrabnya ditemui TribunPadang.com, di Jalan Palinggam 2 No 8 Kelurahan Seberang Palinggam, Kecamatan Padang Selatan. Kamis (16/5/2019).

Leni menambahkan makanan kue Bongko dibuat di Seberang Palinggam, dan menjadi namanya menjadi Makanan Bongko Palinggam.

Leni mengatakan bahwa makanan Bongko sangat cocok saat berbuka puasa, karena kata neneknya makanan ini bisa mengahngatkan perut ketika di santap, sehingga cocok menjadi salah satu menu berbuka puasa.

"Di Palinggam ini hanya saya yang membuat makanan kue Bongko, untuk resepnya turun temurun dari keluarga," kata Leni.

Leni mengatakan, bahwa makanan Bangko Palinggam berbahan dasar tepung beras yanh dicampur dengan air perasan daun pandan. Lanjut, tepung beras tersebut berubah warna menjadi hijau dan aromanya sangat menggiurkan serta memancing selera.

"Setelah tepung beras dicampur dengan air perasan daun pandan, lalu dimasak lebih kurang setengah jam sampai menjadi kental. Lalu ditambahi gula merah, disiram dengan santan, dan dibungkus dengan daun pisang untuk dikukus selama 15 menit," kata Leni.

Leni mengatakan Bongko Palinggam mirip seperti cendol dan kolak, namun teksturnya lebih kenyal seperti bubur.

"Proses pembuatannya alami tanpa sedikitpun menggunakan zat kimia. Rasanya Bongko Palinggam gurih dan nikmat. Setiap hari pada bulan suci Ramadan kami memproduksi 400 bungkus setiap harinya," kata Leni.

Leni menjelaskan satu bungkus Bongko Palinggam harganya Rp 5 ribu. Namun, ia biasanya menitipkan dagangannya di tempat Pasar Pabukoan yang ada di Kota Padang.

Penulis: Rezi Azwar
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved