Breaking News:

Ramadan dan Idul Fitri

Masjid Raya Gantiang, Masjid Tertua di Padang, Paduan Arsitektur Minang, Cina, Persia & Timur Tengah

Masjid Raya Gantiang berada di Kelurahan Gantiang, Kecamatan Timur, Kota Padang, Sumbar.

Penulis: Nadia Nazar | Editor: Saridal Maijar
TribunPadang.com/Nadia Nazar
Masjid Raya Ganting berada di Kelurahan Gantiang, Kecamatan Timur, Kota Padang, Sumatera Barat. 

Selain itu, pada tahun 1910, lantai masjid yang terbuat dari batu kali bersusun dan diplester tanah liat, diganti dengan ubin yang dipesan oleh orang Belanda beserta tukang yang memasangnya.

Pada serambi samping masjid, terdapat tiang berbentuk segi enam dan tambun yang bagian atasnya terdapat hiasan pelepit-lepit rata.

Bentuk tiang tersebut mengingatkan pada bentuk tiang doric pada arsitektur Eropa.

Dua tonggak yang saling berlenggek merupakan peninggalan bangunan dari arsitektur Belanda.
Dua tonggak yang saling berlenggek merupakan peninggalan bangunan dari arsitektur Belanda. (TribunPadang.com/Nadia Nazar)

Sedangkan etnis Cina juga ikut mengerahkan para tukangnya untuk mengerjakan atap kubah yang dibuat bersegi delapan mirip bangunan atap Vihara Cina.

"Lenggek-lenggek atapnya dapat dilihat, persis bangunan di Cina," jelasnya.

Begitu juga dengan mihrab atau mimbar tempat imam memimpin salat dan menyampaikan khutbahnya.

Bagian tersebut juga dibuat ukiran kayu mirip ukiran Cina.

"Dulu, di bagian tengah masjid juga dibangun sebuah panggung segi empat dari kayu.

Kira-kira bentuknya seperti keranda mungkin, tempat ini digunakan oleh bilal untuk mengulang aba-aba imam sewaktu salat berlangsung, apalagi dulu belum ada mic," ceritanya.

Berusia Hampir 2 Abad, Surau Paseban Simpan 20 Naskah Kuno Peninggalan Ulama Besar Kota Padang

Surau Nagari Lubuk Bauk, Kisah Buya Hamka hingga Inspirasi Novel ‘Tenggelamnya Kapal Van der Wijck’

Para ulama Padri juga mengambil peranan dalam pembangunan Masjid Raya Gantiang ini.

Peranan itu diberikan dalam bentuk pengiriman beberapa tukang ahli ukiran Minangkabau yang akan dibuatkan pada papan les plang atap masjid ini.

Usut punya usut, pada awalnya masjid ini didirikan sebagai sarana pemersatu delapan suku yang ada di Kota Padang.

Masjid ini juga pernah menjadi pusat pergerakan perjuangan kemerdekaan tahun 1945.

Masjid yang memiliki dua menara dan satu kubah utama ini, memiliki delapan pintu dengan tiang penyangga masjid berjumlah 25 buah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved