Hari Pendidikan Nasional, Wakil Ketua Komisi X DPR: Tantangan Pendidikan Indonesia Banyak

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian melakukan kunjungan ke Sumatera Barat ( Sumbar), Kamis (2/5/2019).

Hari Pendidikan Nasional, Wakil Ketua Komisi X DPR: Tantangan Pendidikan Indonesia Banyak
TRIBUNPADANG.COM/RIZKA DESRI YUSFITA
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian melakukan kunjungan ke Sumatera Barat ( Sumbar), Kamis (2/5/2019).

Kunjungan Hetifah Sjaifudian ke Sumbar bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap 2 Mei.

Hetifah Sjaifudian mengatakan, Indonesia optimis menghadapi kemajuan teknologi di bidang pendidikan dasar dan menengah, meskipun masih punya permasalahan yang masuk ke dalam catatan khusus di pendidikan tinggi.

Polda Sumbar Sebut Kantor KAN Gunung Talang Solok Sengaja Dibakar, Pelaku Sudah Diamankan

Tempat Hiburan Malam di Padang Wajib Tutup Selama Ramadan, Satpol PP Awasi Pantai Saat Subuh

"Selamat Hari Pendidikan Nasional. Kita optimis dengan beberapa kemajuan," ucap Hetifah Sjaifudian saat ditemui di Auditorium Gubernur Sumbar dalam rangka kunjungan kerja.

Jelasnya lagi, masih banyak tantangan Indonesia di bidang pendidikan, di antaranya kualitas siswa yang masih rendah dan kurang profesionalnya tenaga pendidik.

"Tantangan pendidikan Indonesia banyak. Bukan hanya masalah sarana dan prasarana, melainkan juga kesiapan kita dengan perkembangan era digital," ungkap Hetifah Sjaifudian.

Kantor KAN Gunung Talang Solok Terbakar, Ternyata Pernah Dijadikan Gudang Logistik Pemilu

BREAKING NEWS: Kantor Kerapatan Adat Nagari Gunung Talang Kabupaten Solok Terbakar

Hetifah Sjaifudian mengatakan, setiap orang harus mampu merespon kemajuan revolusi industri 4.0, terutama anak-anak.

Menurutnya, anak-anak harus mampu bersaing di tengah situasi baru.

Selain itu, mutu pendidik juga menjadi sorotan Hetifah Sjaifudian menyongsong revolusi Industri 4.0.

"Guru-guru harus mampu menguasai teknologi. Mereka perlu menyiapkan cara mengajar yang berbeda.

Nanti ke depan, mereka juga harus mampu merespon revolusi industri 4.0," ucap anggota DPR dari Partai Golkar daerah pemilihan Kalimantan Timur itu.(*)

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Saridal Maijar
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved