Jelang Ramadan dan Idul Fitri

Rentan Inflasi, Masyarakat Diimbau Tidak Berbelanja Secara Berlebihan

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Wahyu Purnama mengatakan menjelang Ramadan dan Idul fitri rentan

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
TribunPadang.com /Rizka Desri Yusfita
High Level Meeting dalam rangka menekan inflasi menjelang ramadan dan idul fitri bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (24/4/2019) 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Wahyu Purnama mengatakan menjelang Ramadan dan Idul fitri rentan terjadi inflasi (kenaikan harga).

"Apabila permintaan naik dan meningkat, harga-harga juga akan naik," ujar Wahyu Purnama saat menghadiri High Level Meeting bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumbar, Rabu (24/4/2019).

Menurut Wahyu Purnama, kenaikan harga yang tinggi dapat dihambat dengan berbagai cara di antaranya memastikan ketersediaan pasokan pangan dan kelancaran distribusinya.

Kemudian juga meningkatkan komunikasi efektif yang melibatkan satgas pangan.

"Kita semua perlu mewaspadai kenaikan harga beras, cabe merah, bawang merah, bawang putih, telur ayam ras, daging ayam ras, kelapa, gula dan minyak goreng," jelas Wahyu Purnama.

Jelasnya lagi, untuk menstabilisasi harga pasokan pangan seperti beras dapat dilakukan dengan cara menyediakan beras medium dan premium sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Hal tersebut membutuhkan koordinasi dengan Bulog untuk operasi pasar.

Sementara, pangan seperti daging dan telur ayam, Wahyu Purnama meminta pelaku usaha untuk menjual daging ayam ras dan telur ayam ras sesuai dengan harga acuan yang telah ditetapkan.

"Apabila harga melebihi harga acuan, maka sebaiknya dilakukan operasi pasar untuk stabilisasi harga," kata Wahyu Purnama.

Di samping itu, Wahyu Purnama juga menjamin ketersediaan pasokan pasar serta penyelenggaraan pasar murah untuk menstabilisasi harga cabai dan bawang merah.

Sedangkan bahan pokok seperti gula, pengawasan di pasar rakyat bersama Satgas Pangan untuk memastikan harga di pasar rakyat sudah sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah juga perlu dilakukan untuk menekan harga.

"Kalau minyak goreng, kita akan mewajibkan ritel modern menyediakan minyak goreng kemasan sederhana. Kalau daging beku, kita akan lakukan penyediaan daging beku dengan HET Rp 50 ribu per/kg sebagai pilihan bagi konsumen untuk mendapatkan daging dengan harga yang terjangkau," jelas Wahyu Purnama.

Wahyu Purnama mengimbau setiap dinas dan bidang terkait bisa memantau dan melihat stok pangan. Kalau stok kurang, ia menyarankan untuk segera ditambah.

Terkait dengan kelancaran distribusi bahan pokok, Ia juga meminta supaya tarif angkutan kota antarprovinsi juga jangan menaikkan harga terlalu tinggi.

"Kita semua perlu menjaga ekpektasi positif di tengah masyarakat. Perlu juga mengimbau masyarakat untuk tidak berbelanja secara berlebihan dan tidak mengkonsumsi berlebihan dengan penguatan peran ulama," imbau Wahyu Purnama.

Sasarannya agar pasokan tersedia, sehingga perlu melakukan pasar murah dan bazaar murah guna mengimbangi harga harga di pasar. (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved