Breaking News:

Opini

Momentum Menenun Kembali Kain Kebangsaan Indonesia. Titik, Tidak Ada Komanya

BEBERAPA hari belakangan, medsos seakan menjadi medan perang yang berisikan “mesiu” kebencian. Setiap kubu pendukung capres-cawapres saling maki, sal

ISTIMEWA/DOK.PRIBADI PENULIS
Andrea Mazland 

Opini Oleh: Andrea Mazland *)

BEBERAPA hari belakangan, medsos seakan menjadi medan perang yang berisikan “mesiu” kebencian.

Setiap kubu pendukung capres-cawapres saling maki, saling caci dan saling hina khususnya di media sosial.

Data Bawaslu menunjukkan sekitar 70 kasus dugaan pelanggaran pemilu berkaitan dengan black campaign atau isu yang berkaitan dengan suku agama ras antar golongan (SARA).

Sejauh ini fenomena seperti ini, berpotensi terjadinya disintegrasi secara horizontal antara sesama anak bangsa Indonesia.

Padahal, dalam kondisi seperti ini butuh akal yang cukup jernih dalam memandang politik. Rakyat dituntut harus cerdas menanggapi berbagai isu yang menggiring bangsa ini pada fenomena perpecahan itu.

Ada beberapa kasus di berbagai negara di belahan dunia hendaknya menjadi pelajaran, dari salah satunya Suriah.

Bermula dari Pemilu juga, kemudian rakyat diduga telah dihasut untuk menolak hasilnya.

Lantas apa jadinya? Huru-hura yang menelantarkan jutaan rakyat Suriah dan menjadi korban dari politik pecah belah.

Obati Perbedaan dengan Akal

Halaman
1234
Editor: Emil Mahmud
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved