Breaking News:

Brunei Darussalam Maju Terus Berlakukan Hukum Syariah Ketat, Abaikan Kecaman Dunia

Brunei Darussalam dikabarkan telah mulai memberlakukan hukum syariah yang ketat, Rabu (3/4/2019).

Editor: Saridal Maijar
INSTAGRAM /HMJUBLIEEMAS
Sultan Brunei, Hassanal Bolkiah 

TRIBUNPADANG.COM - Brunei Darussalam dikabarkan telah mulai memberlakukan hukum syariah yang ketat, Rabu (3/4/2019).

Hukuman tersebut termasuk hukuman rajam sampai mati bagi pelaku LGBT dan perzinaan, serta hukuman potong tangan bagi pelaku pencurian.

Hukum pidana yang keras ini diatur untuk sepenuhnya diimplementasikan setelah sempat ditunda beberapa tahun.

Undang-undang itu akan menjadikan Brunei sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang mengimplementasikan hukum pidana syariah di tingkat nasional, layaknya sebagian besar negara Timur Tengah.

Timnas Senior Peringkat 32 Asia, Nasib Indonesia Lebih Baik dari Malaysia di Kualifikasi Piala Dunia

Dikritik Semen Padang FC karena Sulit Cari Sponsor, Jadwal Liga 1 2019 Akhirnya Resmi Dirilis

Pelaku perkosaan dan perampokan juga dapat dijatuhi hukuman mati.

Selain itu, ada beberapa hukum baru, di antaranya hukuman mati bagi penghina Nabi Muhammad, yang berlaku bagi warga Muslim maupun non-Muslim.

Dalam pidato publiknya, Sultan Hassanal Bolkiah menyerukan ajaran Islam yang lebih kuat tetapi tidak menyebut tentang hukum pidana yang baru.

"Saya ingin melihat ajaran Islam di negara ini tumbuh lebih kuat," katanya dalam pidato yang disiarkan secara nasional di sebuah pusat konvensi di dekat ibukota Bandar Seri Begawan.

"Saya ingin menekankan bahwa negara Brunei adalah negara yang selalu mengabdikan ibadahnya kepada Allah," tambahnya seperti dikutip dari Kompas.com.

Final Piala Presiden 2019 Digelar Kandang Tandang, Dipastikan Tidak di SUGBK

Korem 032/Wirabraja Peringati Isra Mikraj, Pertebal Keimanan dan Ketakwaan Prajurit kepada Allah

Dia kemudian menambahkan bahwa dia ingin azan dikumandangkan di semua tempat umum, tidak hanya di masjid, untuk mengingatkan warga Muslim tentang kewajiban mereka.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved