Breaking News:

REFLEKSI Aksi Penembakan Masjid di Selandia Baru Momentum Habisi Prasangka dan Kebencian

Pasca-penembakan rumah ibadah umat Islam di Kota Christchurch, Selandia Baru, hingga Jumat pekan lalu, hingga kini masih meninggal

Penulis: Emil Mahmud | Editor: Saridal Maijar
ISTIMEWA/REPRO:FACEBOOK/Setya Krisna Sumargo
Perdana Menteri (PM) Selandia Baru, Jacinda Ardern menghadiri salat Jumat di sebuah lapangan terbuka, tak jauh dari Masjid Al Noor. Ardern mengenakan kerudung gelap, didampingi para pejabat penting Selandia Baru di antara umat muslim di negara tersebut, Jumat (22/3/2019). 

TRIBUNPADANG.COM - Pasca-penembakan rumah ibadah umat Islam di Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat pekan lalu, hingga kini masih meninggalkan duka mendalam.

Hal itu diduga lantaran aksi terorisme yang bisa muncul di mana saja, selama prasangka dan kebencian dikapitalisasi sebagai senjata.

Insiden itu menyebabkan puluhan nyawa melayang, termasuk warga negara Indonesia (WNI) terkhusus menimpa warga asal Sumatera Barat (Sumbar), Zulfiman Syah dan putranya, Overroes Omar Syah, yang beruntung lolos dari maut.

Mengutip tulisan seorang Jurnalis Setya Krisna Sumargo di akun media sosialnya, dikemukakannya menyusul tragedi pembunuhan massal di dua masjid di Kota Christchurch, New Zealand kemudian diisi upacara mengesankan.

Peluru di Badan, Kaki dan Lengan, Zulfirman Syah Korban Penembakan New Zealand Jalani Operasi Kedua

Dalam tulisan itu, dideskripsikan seorang pemimpin di New Zealand yakni Perdana Menteri (PM) Jacinda Ardern tampak berada saan pelaksanaan Salat Jumat di sebuah lapangan terbuka, tak jauh dari masjid Al Noor.

Terlihat Ardern mengenakan kerudung gelap, didampingi para pejabat penting Selandia Baru.

Pada pidatonya, Ardern memerintahkan jeda dua menit mengheningkan cipta, yang disiarkan secara nasional lewat televisi, radio, media online.

Momentum bertepatan Salat Jumat itu dihadiri tak kurang 20.000 warga Christchurch, tak hanya kaum muslim.

Aksi mengheningkan cipta dua menit secara nasional itu menunjukkan, aksi keji yang dilakukan warga Australia itu tidak bisa diterima.

Sebelum Tertembak di Masjid Selandia Baru, Zulfirman Syah Sempat Chatingan dengan Kakaknya di Padang

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved