Breaking News:

Kapolda Sumbar Ingatkan Peran Stakeholder Amankan Pemilu Serentak April 2019

Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal mengatakan jelang Pemilu 2019 opini-opini publik akan diarahkan pada ajang membenturkan satu pihak dengan pihak lai

TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita
Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal saat melakukan pemeriksaan pasukan menjelang Apel, Jumat (22/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita   

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal mengatakan jelang Pemilu 2019 opini-opini publik akan diarahkan pada ajang membenturkan satu pihak dengan pihak lain dan ajang politik antara kubu satu dengan kubu lain.

"Semua pihak turut merasakan ada ancaman dan gangguan yang ditenggarai dapat menghambat pesta demokrasi Bangsa Indonesia. Penyebaran berita bohong dan meningkatnya politik identitas muncul menjelang Pemilu 2019," ujar Irjen Pol Fakhrizal , Jumat (22/3/2019).

Ia melanjutkan berita bohong atau hoax yang disampaikan melalui media sosial tentunya menjadi tujuan politis untuk menyingkirkan lawan politik.

Hal tersebut dilakukan dengan menyebarkan informasi yang tidak sehat sehingga merusak persatuan dan kesatuan bangasa.

Shezy Idris Resmi Bercerai Malahan Berpelukan dengan Mantan Suami, Katanya Pelukan Terakhir

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Resmikan Stasiun Naras di Pariaman, Sumatera Barat

Di samping itu, kata Irjen Pol Fakhrizal, meningkatknya politik identitas menggunakan isu-isu sara menjadi strategi pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab.

Irjen Pol Fakhrizal bahkan menyebut penyebaran berita hoax dan politik identitas sebagai bentuk lain teror terhadap masyarakat.

"Hal demikian memengaruhi psikologis rakyat Indonesia. Oleh karena itu harus diambil langkah hukum yang tegas untuk para pelaku," tegasnya.

Irjen Pol Fakhrizal juga mengatakan sukses atau tidaknya pesta demokrasi bergantung kepada semua pihak yang terlibat secara langsung dalam pemilu

Mengintip Timnas U-23 Thailand Berlatih untuk Hadapi Timnas U-23 Indonesia

Lowongan Kerja, Bank BRI Buka Lowongan Bagi Fresh Graduate, Pendaftaran Dilakukan Secara Online

"Tidak saja partai politik dan masyarakat yang harus taat dan patuh kepada ketentuan yang ada, akan tetapi juga pihak penyelenggara Pemilu seperti KPU dan Bawaslu. Instansi tersebut wajib hukumnnya melakukan kinerja objektif dan transparan," ujarnya.

Oleh karena itu, Kapolda mengajak stakeholder dan penyelenggara pemilu serta aparat penegak hukum untuk mencegah terjadinya potensi ancaman terhadap pemilu.

Pelatih Timnas Antar Belanda Jadi Finalis Piala Dunia 2010, Kini Arsiteki Timnas UEA

Jumat Sore Ini Hasil Pengumuman Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2019 Keluar

"Semua petugas dan seluruh komponen masyarakat harus bekerja penuh dedikasi dan rasa tanggung jawab. Sadari bahwa menjaga keamanan merupakan penghormatan dan kebanggaan dalam menjaga keutuhan bangsa serta amal ibadah bila diaksanakan dengan tulus dan ikhlas," tuturnya.

Dalam melaksanan tugas, Kapolda juga mengingatkan agar seluruh Polri mempedomani seluruh prosedur tetap yang berlaku.

"Di samping itu, juga harus mampu mendewasakan masyarakat dalam berdemokrasi sehingga tidak mudah terprovokasi," tutupnya saat memimpin Apel Gelar Pasukan dalam rangka pengamanan menghadapi Pemilu 2019. (*)

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Mona Triana
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved