Gempa Sumbar

BMKG : Gempa 4.2 SR Landa Padang Pariaman Akibat Sesar Sumatera

Stasiun Badan Meteoroligi Klimatologi Geofisika (BMKG) Padang Panjang mencatat adanya gempa yang disinyalir disebabkan adany

BMKG : Gempa 4.2 SR Landa Padang Pariaman Akibat Sesar Sumatera
BMKG
Bentuk rekaman alat seismometer alat perekam gempa BMKG 

Laporan wartawan TribunPadamg.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Stasiun Badan Meteoroligi Klimatologi Geofisika (BMKG) Padang Panjang mencatat adanya gempa yang disinyalir disebabkan adanya akrivitas sesar Sumatera.

Selanjutnya, BMKG mengingatkan agar masyarakat, tidak mudah percaya akan adanya isu-isu gempa yang akan terjadi.

"Gempa bumi yang berpusat di Padang Pariaman diakibatkan adanya akrivitas Sesar Sumatera," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Padang Panjang, Mamuri, Rabu (20/3/2019).

Ia mengatakan, gempa bumi yang terjadi pada, Rabu (20/3/2019), terjadi pada pukul 01.17 WIB.

"Sebagian masyarakat Padang Pariaman dan sekitarnya dikejutkan dengan adanya goncangan gempa bumi," katanya.

Ia mengatakan, dari hasil analisa BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang diperoleh parameter gempa bumi dengan kekuatan 4.2 SR.

"Gempa ini yang berpusat pada koordinat 0.46 Lintang Selatan dan 100.23 Bujur Timur, sekitar sepuluh kilometer Timur Laut Padang Pariaman Sumatera Barat, dan gempa ini memiliki kedalaman hiposenter 10 kilometer," ujar Mamuri.

Ia mengatakan, berdasarkan laporan dari masyarakan goncangan dirasakan hingga ke Padang Panjang, Sicincin, Pariaman, Kabuoaten Agam, Kabuoaten Tanah Datar.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut," tambah Mamuri.

Ia menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Sumatera.

"Hingga saat ini, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan," ujar Mamuri.

Ia mengatakan, agar masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (www.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (iOS dan Android @infobmkg),"tambah Mamuri.(TribunPadang.com/Rezi Azwar)

Penulis: Rezi Azwar
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved