Breaking News:

Sosiolog Unand Analisa Sebab Oknum Mahasiswa Terlibat Kasus Narkotika, Inilah Alasannya

Penyebaran atau peredaran narkoba yang dijalankan oleh oknum tertentu, termasuk oknum mahasiswa biasanya

TRIBUNPADANG.COM/REZI AZWAR
ILUSTRASI - BNN Sumbar menggelar pers rilis penangkapan lima mahasiswa yang mengedarkan ganja, Selasa (26/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Metria Indeswara

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Penyebaran atau peredaran narkoba yang dijalankan oleh oknum tertentu, termasuk oknum mahasiswa biasanya mereka telah memiliki jaringan, agen, penyedianya dan distribusinya.

Hal tersebut disampaikan oleh Dosen Sosiologi Unand, Jendrius, saat perbincangan dengan TribunPadang.com, Kamis, (28/2/2019).

Menurutnya, permasalahahan mahasiswa yang menjadi pengguna narkoba, disebabkan karena mahasiswa memiliki banyak masalah.

Oknum Mahasiswa Tersangka Penyalahguna Narkotika Sekaligus Positif Memakai Ganja

Di antaranya, permasalahan dengan dosen, dengan keluarga dan masalah pribadi dari oknum mahasiswa yang bersangkutan.

"Selain itu, penyebaran narkoba itu karena sudah ada yang memakainya lebih dahulu dan kemudian dijual kepada mahasiswa lainnya. Tindakan yang dilakukan mahasiswa ini untuk melarikan diri dari permasalahan hidup," kata Jendrius.

6 Fakta Oknum Mahasiswa di Padang Jual Ganja di Kampus, Sedang Skripsi hingga Teman 1 Kampus

Jendrius mengemukakan bahwa hal itu bisa saja hal itu disebabkan oleh culture shock bagi mahasiswa yang berasal dari daerah. Atau bisa saja karena melihat prilaku orang lain yag aneh, atau karena melihat kondisi kampus yang tidak sesuai yang menyebabkan mereka stress.

“Tindakan yang dilakukan mahasiswa itu memang tidak benar. Tetapi perlu juga ada empaty kepada mereka ,” kata Jendrius.

Di sisi lain, langkah tegas untuk menghukum pelaku tersebut bukanlah suatu cara yang dianggap menyelesaikan persoalan.

Edarkan Ganja di Kampus, 5 Oknum Mahasiswa Semester Akhir Ditangkap BNN Sumbar

Sejauh ini lanjutnya, ada pokok persoalan yang perlu diberantas yakni dugaan adanya penyimpangan primer ada yang sekunder.

"Penyimpang primer yang awalnya coba-coba bisa menjadi penyimpang sekunder, karena dilabeli. Ketika orang mendapatkan stigma seperti itu dikhawatirkan dia bukannya menjadi lebih baik, malah mengikuti pandangan orang lain terhadap dirinya,” katanya.

Oleh karenanya, imbuh Jendrius dalam konteks ini perlu penyadaran atau rehalibitasi.

Oknum Mahasiswa universitas negeri di Kota Padang jual ganja di kampus. BNN Sumbar tangkap 5 mahasiswa
Oknum Mahasiswa universitas negeri di Kota Padang jual ganja di kampus. BNN Sumbar tangkap 5 mahasiswa (TribunPadang.com/reziazwar)

"Kadang kala jika dikembalikan pada orang tua bukan menyelesaikan masalah malah akan membuatnya semakin tertekan. Sehingga perlu banyak dukungan agar bisa bebas dari lingkungan dan prilaku menyimpang seperti itu," kata Jendrius.

Selain itu lanjutnya orang tua perlu diberi arahan untuk membina anak serta perlu adanya campur tangan oleh Pemda setempat.(TribunPadang.com/Metria Indeswara)

Penulis: Metria Indeswara
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved