Breaking News:

AKBP Emrizal Hanas Minta Pemilik Kosan Awasi dan Kontrol Penghuni Kos

Lantaran masih terjadinya penyalahgunaan Narkotika di kalangan Mahasiswa hingga kini diperkirakan los kontrol.

TribunPadang.com
Oknum mahasiswa Badan Nasional Narkotika (BNN) Sumatera Barat menangkap 5 mahasiswa salah satu universitas negeri di Kota Padang, karena mengedarkan narkotika jenis ganja di lingkungan kampus. 

Laporan wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Lantaran masih terjadinya penyalahgunaan Narkotika di kalangan Mahasiswa, maka Hedri masih diperkirakan los kontrol.

"Bagi orangtua yang melepas anaknya ke Kota untuk kuliah, harus tetap mengontrol dan melakukan pengawasan kepada anaknya," kata Kepala Bidang Pemberantasan BNN Sumatera Barat, AKBP Emrizal Hanas, kepada TribunPadang.com, Selasa (26/2/2019).

Ia berharap, dari kejadian penangkapan lima orang mahasiswa semester akhir ini, orang tua lebih mengawasi dan memonitor anaknya lagi.

Ia juga mengatakan, untuk yang punya atau pemilik kos, agara dapat mengontrol penghuni kosnya. Harus ada pengawasan.

"Penghuni kos yang dihuni oleh mahasiswa ini harus diawasi dan di kontrol, agar tampak kegiatan apa saja yang dilakukan oleh mahasiswa disana," katanya.

Ia mengatakan, bahwa ia ingin menyelamatkan rekan-rekan mahasiswa dari penyalahgunaan Narkotika oleh mahasiswa.

"Kepada kampus juga harus diawasi di memonitor dan dilakukan sosialisasi tentang bahaya Narkoba," katanya.

Lantaran relatif sering melakukan transaksi penyalahgunaan narkotika, akhirnya warga menyurati ke contact Center BNN Sumatera Barat.

"Karena sudah terlalu sering mahasiswa melakukan transasksi, warga menjadi resah," kata AKBP Emrizal Hanas.

Ia mengatakan, hasil penyelidikan membenarkan adanya kegiatan transaksi dan memakai Narkoba yang dilakukan Mahasiswa di salah satu kos.

"Kami melakukan penangkapan inisial 'D' dan 'R' di kosnya gang sedang memakai dan barnag bukti. Dikembangkan dan dapat tiga orang, satu orang tiduran, dan dua orang sedang melinting narkoba," katanya.

Ia mengatakan, tersangka penyalahgunaan terancam delapan sampai 20 tahun.

"Dan dari kelima tersangka akan di pilah mana yang akan di rehabilitasi, dan mana yang pecandu, mana yang hanya pemakai, dan mana yang pengedar," katanya.(TRIBUNPADANG.COM/Rezi Azwar)

Penulis: Rezi Azwar
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved