8 Anak Meninggal Satu Per Satu, Keluarga Ini Putuskan Tinggal di Tengah Hutan Selama 53 Tahun
8 Anak Meninggal Satu Per Satu, Keluarga Ini Putuskan Tinggal di Tengah Hutan Selama 53 Tahun
8 Anak Meninggal Satu Per Satu, Keluarga Ini Putuskan Tinggal di Tengah Hutan Selama 53 Tahun
TRIBUNPADANG.COM - Sejak tahun 1966 keluarga Dakup di Pekalongan memutuskan menetap di tengah hutan untuk menjauhi kutukan yang diyakini oleh mereka.
Lokasi tempat tinggal keluarga tersebut terletak di tengah hutan pinus yang memiliki medan berat dan berjarak sekitar 12 kilometer dari pusat Kecamatan Paninggaran.
Selain itu masih banyak hewan liar di lingkungan tempat tinggal mereka, seperti babi hutan dan kera.
Sebelumnya keluarga itu tinggal di Dukuh Sigintung, Desa Tuwareh Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan.
Mereka memilih pindah karena merasa terkena kutukan setelah satu per satu anak dari keluarga tersebut meninggal dunia.
• Pidato Visi Indonesia, Jokowi Ancam Hajar Pungli dan Penghambat Investasi: Akan Saya Kejar
53 tahun kemudian tepatnya tahun 2019, anak keturunan keluarga Dakup tetap memilih tinggal di tengah hutan dan tak ingin pindah dari lokasi mereka tinggal.
Bahkan saat ini ada 6 tempat tinggal sederhana yang telah dibangun di lokasi tersebut.
Untung (77) sang kepala keluarga, menjelaskan bahwa almarhum ayah mertuanya sengaja pindah ke tengah hutan karena anaknya meninggal satu persatu.
“Mertua saya pindah ke sini sekitar tahun 1966. Hingga kini saya bersama istri menetap karena lokasinya damai,” tuturnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (10/7/2019).
Dia melanjutkan, ayah mertuanya meninggal pada 1980-an dikarenakan sakit yang tidak ia ketahui jenisnya.
• Aries Bikin Orang Terpesona, Scorpio Berpikiran Negatif, Berikut Ramalan Zodiak Senin 15 Juli 2019
“Ayah dan ibu mertua saya meninggal karena sakit tapi saya tidak tahu mereka sakit apa,” paparnya.
Sang istri, Semi (75) menerangkan bahwa orangtuanya sengaja membawanya ke tengah hutan karena dihantui penyakit aneh setelah anaknya satu persatu meninggal.
Menurut Semi orangtuanya memiliki 10 anak dan ia memiliki 8 orang kakak yang setiap tahun meninggal satu per satu.
“Seperti terkena kutukan kata ayah saya karena kakak saya selalu meninggal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/semi-dan-untung-saat-ditemui-tribunjatengcom-di-rumahnya-rabu-1072019.jpg)