Nilai Tukar Rupiah Menguat Ke Rp 14.070 per Dollar Amerika Serikat

Nilai tukar rupiah menguat ke Rp 14.070 per dollar Amerika Serikat (AS) dari penutupan kemarin pada Rp 14.071 per dollar AS, Jumat (22/2/2019).

Nilai Tukar Rupiah Menguat Ke Rp 14.070 per Dollar Amerika Serikat
tribunnews
nilai tukar rupiah 

TRIBUNPADANG.COM - Nilai tukar rupiah menguat ke Rp 14.070 per dollar Amerika Serikat (AS) dari penutupan kemarin pada Rp 14.071 per dollar AS, Jumat (22/2/2019).

Analis Asia Trade Point Futures, Deddy Yusuf Siregar mengatakan bahwa sentimen pelemahan mata uang Garuda pagi ini didominasi oleh eksternal. Kemarin, European Central Bank (ECB) merilis notulen rapat bulan Januari.

Januari lalu, ECB memutuskan untuk mempertahankan suku bunga dan menegaskan bahwa suku bunga masih akan dipertahankan pada level rendah paling tidak hingga pertengahan tahun ini.

ECB mengambil kebijakan dovish karena risiko perlambatan ekonomi global telah mempengaruhi kawasan Eropa. "Dari apa yang terjadi selama sepekan ini, mau tidak mau, pelaku pasar akhirnya kembali ke dollar AS," tutur Deddy lada Jumat (22/2).

Walau rilis data AS menunjukan penurunan aktivitas perekonomian, hal ini tidak mempengaruhi pelaku pasar untuk tetap mengincar dollar AS.

Ani Yudohoyono Minta Maaf Kepada Keluarga dan Masih Perhatikan SBY

Omzet Rp 4 Juta Dalam Sehari dari Jualan Bucket Bunga, Betharia hanya Belajar Lewat Youtube

Rilis data Departemen Perdagangan AS menunjukan pemesanan barang modal inti turun 0,7%, jauh di bawah perkiraan ekonom yang disurvei Reuters sebesar 0,2%.

Ditambah lagi, Indeks bisnis Federal Reserve Philadelphia anjlok ke level negatif 4,1 pada Februari, sejak berada di level terendahnya Mei 2016, dari positif 17 di Januari.

"Sebenarnya ini agak di luar perkiraan karena ternyata pelaku pasar mengabaikan rilis data AS yang melambat," tambah Deddy.

Mulai Hari Ini Samsung Sudah Dapat Dipesan, Raih Earphone Wireless Senilai Rp 2 jutaan

Presiden Jokowi Katakan Kondisi Ani Yudhoyono Semakin Membaik

Sementara dari sisi domestik, rupiah sebenarnya masih tetap menunjukan pergerakan konsolidasi. Rupiah dinilai masih mampu menghadapi gejolak dari situasi global berkat performa dari DNDF.

"Melihat akan menghadapi akhir pekan, tampaknya banyak pelaku pasar akan melakukan ambil untung atau profit taking. Tak akan mau banyak risiko," ujarnya.

Di sisi lain pelaku pasar juga masih menanti kepastian akhir dari perundingan dagang antara AS dan China. Keduanya dikabarkan sudah memasuki babak pembuatan MoU perdamaian.

Deddy memperkirakan rupiah akan bergerak di area Rp 14.000 per dollar AS-14.120 per dollar AS.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jumat Siang, Rupiah Berbalik Menguat Tipis, http://www.tribunnews.com/bisnis/2019/02/22/jumat-siang-rupiah-berbalik-menguat-tipis.

Editor: Mona Triana
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved