Hati-Hati Mengkonsumsi Daging Sapi Terinfeksi Brucellosis Mengakibatkan Demam Naik Turun

Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Cilegon memotong dan memusnahkan seekor sapi yang terbukti terinfeksi Brucellosis. Lalu apa dampaknya kalau m

Hati-Hati Mengkonsumsi Daging Sapi Terinfeksi Brucellosis Mengakibatkan Demam Naik Turun
tribunnews
harga daging sapi

TRIBUNPADANG.COM - Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Cilegon memotong dan memusnahkan seekor sapi yang terbukti terinfeksi Brucellosis. Lalu apa dampaknya kalau mengkonsumsi daging sapi seperti ini ?

Manusia yang mengkonsumsi daging sapi terinfeksi Brucellosis bisa menderita demam. Pada manusia Brucellosis dikenal sebagai undulant fever, karena menyebabkan demam yang undulans atau naik-turun.

“Manusia bisa tertular Brucellosis melalui konsumsi produk hewani terkontaminasi yang tidak dilayukan dan dimasak,” ujar Kepala BKP Kelas II Cilegon, Raden Nurcahyo Nugroho, Selasa (12/2/2019) lalu.

Jadi, menurut Raden sebenarnya daging sapi yang terinfeksi masih bisa dikonsumsi. Tetapi ada caranya. Kalau tidak, bisa tertular.

“Untuk daging boleh dikonsumsi setelah dilayukan lebih kurang 9 jam pada suhu dingin, dan dimasak sebelum konsumsi,” tukas Raden.

Tujuh Spot Foto Instagramable di Kota Padang, Sumatera Barat

Sarapan Penting Buat Daya Tahan Tubuh Anak, Tidak Sarapan Dapat Membuat Anak Obesitas

Juga harus dipastikan yang dikonsumsi hanya dagingnya saja. Karena organ tubuh bagian dalam (jerohan), organ reproduksi, limfoglandula dan tulang tetap harus dimusnahkan.

Apa Ciri Sapi yang Terinfeksi Brucellosis?

Brucellosis merupakan penyakit bakterial yang utamanya menginfeksi sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi.

Di Indonesia, Brucellosis paling umum ditemukan pada ternak sapi dan sering dikenal sebagai penyakit Keluron Men ular. Penyakit ini dapat ditularkan ke manusia atau bersifat zoonosis.

“Pada hewan betina penyakit ini dicirikan oleh aborsi dan retensi plasenta. Sedangkan pada jantan dapat menyebabkan orchitis dan infeksi kelenjar asesorius,” jelas Raden.

Halaman
12
Editor: Mona Triana
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved