Presiden Direktur Smartfren Akui Ada Peluang Merger dengan EXCL

PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) santer digosipkan bakal merger dengan PT XL Axiata Tbk (EXCL).

Presiden Direktur Smartfren Akui Ada Peluang Merger dengan EXCL
KOMPAS.COM/WAHYUNANDA KUSUMA PERTIWI
Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys 

TRIBUNPADANG.COM, JAKARTA - PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) santer digosipkan bakal merger dengan PT XL Axiata Tbk (EXCL).

Hal ini menyusul imbauan pemerintah agar operator telekomunikasi melakukan konsolidasi demi efisiensi industri. Ditemui di Bursa Efek Indonesia, Rabu (20/2019).

Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys, tak membantah atau mengiyakan kabar tersebut.

Bos Modem Bolt Bisa Lakukan Tukar Tambah Modem Smartfren

Ia mengatakan tak menutup kemungkinan adanya penggabungan perusahaan, tetapi belum tahu dengan operator mana.

"Yang sebenarnya terjadi adalah diskusi-diskusi ini masih terus berlangsung dan sangat intens," kata Merza.

Menurut dia, ada banyak aspek yang perlu dipertimbangkan untuk merger.

Di antaranya adalah nilai saham, teknologi, pasar modal, global investor, spektrum, dan sebagainya.

Berbicara soal spektrum, Merza mengatakan Smartfren masih menunggu aturan baru yang kabarnya sedang disiapkan pemerintah.

Aturan tersebut membahas seputar fleksibilitas spektrum.

"Kalau mengikuti berita-berita, Pak Rudiantara mengatakan akan menerbitan satu peraturan baru untuk merger dan akuisisi, di mana penggunaan spektrum akan fleksibel," ia memaparkan.

Merza mengatakan aturan itu menjadi aspek yang harus dipertimbangkan pula sebelum melakukan merger.

Ia tak ingin buru-buru mengambil keputusan. Karenanya, tak ada target waktu konsolidasi yang ditetapkan.

Diketahui, pemerintah melalui Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sudah dari dulu menganjurkan perusahaan telekomunikasi di luar PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk untuk berkonsolidasi.

Namun, hingga kini tak ada satupun yang sudah mencapai mufakat.(Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Smartfren Akui Ada Peluang Merger"

Editor: Emil Mahmud
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved